Libatkan TNI dan Polri serta Media ‘Awasi’ Gerakan Radikal

oleh -583 Dilihat
oleh
banner 468x60

Malang, ebcmedia – Tidak mau kecolongan lagi pasca mahasiswanya terafiliasi jaringan teroris ISIS , pihak Universitas Brawijaya Malang ( UB) perketat pengawasan.

“Kita bakal libatkan tentara ,polisi bahkan media guna “mengawasi” semua kegiatan mulai mahasiswa,dosen hingga karyawan UB bahkan jika perlu bertukar imformasi terkait siapa,kelompok mana dan dari fakuktas atau prodi apa ,” ungkap Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Abdul Hakim.

Langkah ini diambil karena pihaknya tidak mungkin bisa mengawasi semua kegiatan baik mahasiswa,dosen maupun karyawan dilingkungan kampus maupun di luar kampus.

“ Total 60 Ribu orang dan kita tidak tahu yang telah tercemari, tersusupi ataupun terafiliasi jaringan terorisme atau radikal apakah dari luar atau dari dalam kampus, karena itu kedepan semua kegiatan, aktivitas wajib mendapat ijin dari rektor dan tentu saja dari dekan ,” imbuhnya.

Sebelumnya Densus 88 anti teror telah mengamankan AI 22 tahun, warga Bandarlampung yang merupakan mahasiswa semester VI Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( FISIP) jurusan HI.

Mahasiswa angkatan 2019 ini ditangkap karena berperan dalam pendanaan jaringan terorisme pada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Indonesia. (RIS).***

No More Posts Available.

No more pages to load.