KPK Lakukan Pemeriksaan Perdana Rafael Alun Sebagai Tersangka

oleh -593 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo terkait kasus dugaan korupsi gratifikasi Pajak, Selasa (11/3/2023).

Kepala Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan , pemeriksaan Rafael adalah yang pertama dalam status sebagai tersangka, senen (10/4/2024).

“Senin, (10/4), RAT telah selesai diperiksa perdana sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK,”ujarnya.

Menurut Ali, pemeriksaan terkait dengan barang bukti yang ditemukan.

“Diperiksa terkait pengetahuan tersangka mengenai barang bukti beberapa dokumen yang menguatkan pembuktian perkara dimaksud.,” ucapnya.

“Bukti dokumen tersebut juga dilakukan penyitaan oleh tim penyidik KPK dan masih akan dikonfirmasi kepada beberapa saksi lainnya,” kata Ali Fikri.

Diberitakan Rafael Alun Trisambodo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan menerima gratifikasi dari beberapa Wajib pajak atas pengondisian berbagai temuan pemeriksaan perpajakannya.

Selain itu Dia diduga memiliki beberapa usaha yang satu diantaranya PT AME (Artha Mega Ekadhana, tidak dibacakan) yang bergerak dalam bidang jasa konsultansi terkait Pembukuan dan perpajakan.

Adapun pihak yang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak yang diduga Memiliki permasalahan pajak khususnya terkait kewajiban pelaporan pembukuan Perpajakan pada negara melalui Dirjen Pajak.

“Setiap kali wajib pajak mengalami kendala dan permasalahan dalam proses penyelesaian Pajaknya, RAT diduga aktif merekomendasikan PT AME,” ujar Ali Fikri.

Sebagai bukti permulaan awal, KPK menemukan adanya aliran uang gratifikasi Yang diterima RAT sejumlah sekitar US$ 90.000 yang penerimaannya melalui PT AME.

KPK juga telah menggeledah rumah kediaman Rafael Alun yang Beralamat di Jl. Simprug Golf, Jakarta Selatan.

Saat penggeledahan tersebut, ditemukan antara lain dompet, ikat pinggang, jam tangan, Tas, perhiasan, dan sepeda serta uang dengan pecahan mata uang rupiah.

Disamping itu turut diamankan uang sejumlah sekitar Rp32, 2 Miliar yang tersimpan dalam Safe deposit box disalah satu bank dalam bentuk pecahan mata uang dollar amerika, mata Uang dollar singapura dan mata uang euro. *** sr

No More Posts Available.

No more pages to load.