Presiden Akui Implementasi 5 Poin Konsensus terkait Myanmar pada KTT ASEAN 2021 Belum Ada Kemajuan

oleh -380 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Hari kedua KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Presiden Jokowi  membuka Sesi Retreat yang membahas dua hal utama yaitu implementasi dari Lima Poin Kesepakatan atau Five Point Consensus dalam menyelesaikan isu Myanmar dan implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).  Kamis (11/05/2023).

Menurut Presiden Jokowi, dia selaku Ketua ASEAN, Indonesia terus berupaya agar ada langkah maju dari implementasi Lima Poin Kesepakatan dengan terus mendorong dialog yang inklusif, menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian joint needs assesment melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Pengelolaan Bencana ASEAN atau AHA Centre, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Namun, terus terang, implementasi Lima Poin Konsensus terkait Myanmar yang disepakati pemimpin ASEAN tahun 2021, belum ada kemajuan yang signifikan,” ujar Presiden, seperti ikutip dari Instagram @jokowi.

Menurutnya, diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan.

“Kendati begitu, saya ingin memastikan bahwa isu Myanmar tidak menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN,” ujarnya.

Foto: @jokowi

Sementara itu, terkait dengan implementasi AOIP, diperlukan kerja sama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik. Salah satunya, melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum. (Rz)

No More Posts Available.

No more pages to load.