Hari Kesehatan Tumbuhan Sedunia, Masyarakat Diajak Lestarikan SDA Hayati

oleh -598 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bogor, ebcmedia – Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan) Kementerian Pertanian, Bambang, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga sumber daya alam (SDA) hayati agar kelestarian keragaman hayati dan pertanian tetap terjaga demi kesejahteraan bersama.

Hal ini disampaikannya melalui keterangan persnya pada momentum Hari Kesehatan Tumbuhan Sedunia, International Day of Plant Health (IDPH) Tahun 2023.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyakarat lebih sadar untuk menjaga kesehatan tumbuhan. Salah satu peran yang dapat dilakukan dengan melaporkan komoditas tumbuhan dan produk turunannya sebelum melalulintaskan, baik antar-area maupun antarnegara,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, mencegah masuk dan tersebarnya hama tanaman melintasi perbatasan telah diatur dunia melalui standar internasional untuk ketentuan fitosanitari (ISPM) dalam perdagangan. Selain itu, masyarakat juga dalam melakukan praktik-praktik ramah lingkungan seperti pengelolaan hama terpadu, tambahnya.

Sebagai informasi, setiap tahunnya tanggal 12 Mei, Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) mengkampanyekan sebagai Hari Kesehatan Tumbuhan Sedunia, IDPH. Tahun 2023 ini, masyarakat dunia dituntut kesadarannya untuk menjaga kesehatan tumbuhan, dan mengambil tindakan melindungi lingkungan serta keanekaragaman hayati.

Secara teknis, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, A.M. Adnan menyebutkan bahwa serangkaian tindakan karantina dilakukan guna memastikan komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Setelah dipastikan sehat dan aman, diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai jaminan untuk bisa masuk ke daerah atau negara tujuan,” kata Adnan di sela pemberian bibit kaktus kepada masyarakat dalam rangka IDPH 2023 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/5/2023).

“Badan Karantina Pertanian selaku bagian dari National Plant Protection Organization (NPPO) Indonesia, terus berupaya menjaga kelestarian SDA hayati di batas atau border negara. Namun, tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk melaporkan komoditas tumbuhan dan atau produk turunannya kepada pejabat Karantina Pertanian. Baik di bandara, pelabuhan, pos lintas batas, maupun melalui jasa pengiriman,” paparnya.

Mengutip dari situs webnya, Adnan menambahkan, FAO menarasikan mengenai tumbuhan sebagai kehidupan. Manusia bergantung pada tumbuhan, sebanyak 80 persen untuk sumber makanan dan 98 persen oksigen yang dihirup setiap hari. Namun, perjalanan dan perdagangan internasional berkaitan dengan masuknya dan menyebarnya hama tanaman.

“Menurut FAO, spesies hama invasif merupakan salah satu pendorong utama hilangnya keanekaragaman hayati dan mengancam jaringan kehidupan yang menopang bumi,” tukas Adnan.

Hama dan penyakit juga telah dikaitkan dengan peningkatan suhu yang menciptakan ceruk baru bagi hama untuk berkembang biak dan menyebar. Tentunya ini akan berdampak terhadap penggunaan pestisida yang meningkat, yang membahayakan serangga penyerbuk, musuh hama alami, dan organisme yang penting untuk lingkungan yang sehat.

“Mari kita terus bekerja sama untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan agar dunia menjadi lebih tangguh, makmur, dan sejahtera untuk generasi mendatang,” terangnya. (Wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.