Santri Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang Implementasikan Strategi Green Ocean

oleh -848 Dilihat
banner 468x60

Semarang, ebcmedia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta para santri yang berada di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, untuk menerapkan strategi green ocean guna membangun usaha yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menparekraf Sandiaga dalam acara “Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC FKPP se-Kota Semarang” di Masjid Roudhotul Jannah, Ponpes Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/11/2023) menjelaskan strategi green ocean adalah ketika para pelaku usaha memperkuat kolaborasi dengan meningkatkan value atau nilai tambah produk yang akan membawa usaha mereka semakin maju.

“Pesan saya jangan berkompetisi dengan menurunkan harga. Itu namanya strategi red-ocean atau samudra merah. Mari kita berkolaborasi dengan meningkatkan value. Sehingga memperbesar pasar. Itu yang disebut sebagai strategi green ocean. You can do it,” ujar Menparekraf.

Selain kolaborasi, inovasi, dan adaptasi juga penting dilakukan para santri untuk menjadi wirausaha yang resilien. Inovasi ini terdiri dari digitalisasi dan kemampuan santri dalam menggabungkan iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemudian melakukan adaptasi dengan mengikuti tren terkini tentunya dalam hal yang positif. Mengadopsi ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren agar kemaslahatan negeri bisa dicapai.

“Ini adalah landasan para santri untuk menjadi santripreneur yang membangun ekonomi bangsa. Sehingga kita berorientasi bukan mencari lapangan kerja tapi menciptakan lapangan kerja,” terang Menteri Sandiaga.

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kadin Kota Semarang, menunjukkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun usaha.

Hal ini dikarenakan digitalisasi yang berkembang pesat menyebabkan terjadinya shifting ekonomi yang mengarah kepada ekonomi menengah ke bawah. Artinya UMKM dapat mengambil peluang ini untuk memperbesar skala usahanya.

“Yang utama kuncinya hanya konsisten dan tekun. Sesuatu hal yang dilakukan dengan konsisten dan tekun insyaAllah menghasilkan output yang baik,” ungkap Arnaz.

Hadir mendampingi Menparekraf Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa; dan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.

Turut hadir Pengasuh PP Fadhlul Fadhlan, Dr. K.H. Fadlolan Musyaffa’; Ketua Muslim Trade Center Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono; Ketua DPC FKPP Kota Semarang, Samsuddin; serta para tamu undangan. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.