Panglima TNI: Monumen Alutsista Pengingat Perjuangan TNI Menjaga Keutuhan NKRI

oleh -1221 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M menandatangi prasasti sebagai simbol meresmikan Monumen Pesawat Hawk MK 209-TT0229 di Simpang Empat Dumpil atau Gerbang Tol Madiun, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2023).

Panglima TNI menegaskan, monumen ini menjadi edukasi maupun menjadi pengingat untuk masyarakat, juga kepada generasi penerus bahwa pesawat ini merupakan Alutsista yang digunakan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Masyarakat dapat hidup aman nyaman seperti sekarang ini karena berkat Alutsista dan prajurit-prajurit kita yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” tukasnya.

“Kita semuanya jangan merasa bahwa negara ini langsung aman-aman saja, jadi nggak otomatis, keamanan, kedaulatan, keutuhan NKRI, dan keselamatan bangsa ini berkat adanya Alutsista-Alutsista TNI tersebut,” sambung Laksamana TNI Yudo Margono.

Panglima TNI mengemukakan, TNI menjaga selalu kedaulatan, keutuhan negara dan menjaga keselamatan bangsa negara ini karena itu menjadi tugas pokok TNI.

“Alat-alat utama yang sudah tua, kita pasang di tempat-tempat terbuka sehingga menjadi pengingat generasi penerus dan menjadi kebanggaan kita bersama alat ini pernah menjaga kedaulatan NKRI,” paparnya.

Panglima TNI mengatakan peresmian monumen tersebut  akan menjadi kebanggaan juga bagi masyarakat di Kabupaten Madiun.

“Yang dulunya waktu saya Kepala Staf Angkatan Laut dipasang tank dan meriam, sekarang ditambah lagi. Tentunya menjadi satu kebanggaan bagi kita semuanya, khususnya masyarakat Kabupaten Madiun dengan ditambahnya Monumen Pesawat Hawk MK 209-TT0229,” terangnya.

Peresmian monumen tersebut menjadi bukti konkret dari komitmen TNI Angkatan Udara (AU) menjaga dan mengembangkan potensi kedirgantaraan Indonesia.

Di masa kejayaannya, Pesawat Hawk MK 209-TT0229 yang telah berjasa dalam menjaga keamanan negara, dalam mendukung kegiatan operasi dan latihan, seperti Operasi Pengamanan Pulau Terluar, Operasi Ambalat di Tarakan, Operasi Pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Operasi Patroli Udara Perbatasan Indonesia – Malaysia dan Operasi Patroli Udara di sekitar Laut Cina Selatan.

Nampak hadir dalam kegiatan itu, Kasau Marsekal TNI Fajar Prasetyo, Pangkoopsudnas Mardya TNI M. Tonny Harjanto, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Arif Widianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, serta Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono. (Wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.