Dorong IKM Naik Kelas, Kemenperin Gelar Acara Puncak Bangga Buatan Indonesia

oleh -2617 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bengkulu, ebcmedia – Pemerintah terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga dan cinta pada produk lokal yang kualitasnya semakin bersaing dengan produk dari luar negeri sebagai upaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020 merupakan dukungan terhadap sektor industri di Indonesia, khususnya pelaku industri kecil dan industri menengah (IKM).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu berperan sebagai co-Campaign Manager penyelenggaraan BBI dan BBWI di Provinsi Bengkulu. Rangkaian Gernas BBI 2023 dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah bekerja sama dengan top brands, BUMN, BUMD, serta stakeholder lainnya. BBI dan BBWI Bengkulu 2023 mengangkat tema “Mela Belanjo kek Bejalan ke Bengkulu” yang memiliki makna “Ayo Berbelanja dan Berkunjung ke Bengkulu”. Sementara untuk Gernas BBWI mengangkat tema Bulan Olahraga.

“Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang kian membaik, kita semua optimis dengan terus menggemanya Gernas BBI/BBWI, maka para pelaku industri di Indonesia bisa mendapatkan manfaat yang besar dari tingginya animo masyarakat yang membeli produk dalam negeri, terutama produk IKM,” terang Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada acara Gernas BBI Bencoolen Fest di Bengkulu, Sabtu (18/11/2023).

Menperin mengungkapkan, dalam perannya sebagai Co-Campaign Manager, Kemenperin mendukung peningkatan daya saing produk dan kualitas SDM IKM Bengkulu melalui berbagai fasilitasi dan pendampingan, yaitu penguasaan teknologi e-business melalui program e-Smart IKM, on-boarding ke dalam e-katalog LKPP, edukasi dan konsultasi usaha, literasi digital, webinar, pendaftaran merek IKM, pendampingan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk Industri Kecil, desain kemasan dan cetak kemasan, serta publikasi dan promosi di media sosial.

“Pada kesempatan ini, kita melihat 30 IKM terbaik Provinsi Bengkulu dan lima IKM Champion dengan total penjualan terbanyak selama diadakannya Gernas BBI/BBWI Bengkulu 2023. Total penjualan 30 IKM secara online dan offline selama 1 September 2023 hingga 11 November 2023 tercatat sebesar Rp11,72 Miliar,” jelasnya.

Pendataan omset dilakukan dengan mendata total transaksi para IKM yang dilakukan secara online maupun offline. Tercatat rata-rata omset bulanan offline selama pendampingan mencapai angka Rp5,12 Miliar dengan peningkatan sebesar 62,06%, serta rata-rata omset bulanan online selama pendampingan sebesar Rp85,3 Juta dengan peningkatan sebesar 235,97%. Sehingga, rata-rata omset bulanan total selama pendampingan mencapai nilai Rp5,2 Miliar dengan peningkatan rata-rata bulanan sebesar 63,44%.

“Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan internet dan teknologi dalam aspek pemasaran produk IKM terbukti nyata dapat meningkatkan akses pasar para pelaku IKM, dan tentu ini merupakan kesuksesan kita bersama,” imbuh Agus.

Kemenperin berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada IKM Bengkulu yang terpilih dan terus mengajak seluruh masyarakat untuk bangga dan membeli produk dalam negeri, termasuk produk kreasi IKM Bengkulu. Menperin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional BBI/BBWI Bengkulu 2023.

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas kesempatan yang diberikan kepada Kementerian Perindustrian untuk turut menyukseskan rangkaian kegiatan Gernas BBI/BBWI di Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia serta seluruh pendukung Gernas BBI/BBWI Bengkulu Tahun 2023 atas kerjasama yang baik selama kegiatan ini,” ujarnya.

Sebagai upaya mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) khususnya melalui belanja barang dan jasa pemerintah, Kemenperin secara aktif melakukan sosialisasi, business matching, mempertemukan penyedia bahan baku/ komponen dengan industri, serta kegiatan fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Untuk meningkatkan partisipasi Industri Kecil pada kegiatan belanja pemerintah, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 46 Tahun 2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN untuk Industri Kecil, yang akrab disebut Permenperin TKDN-IK.

“Kemudahan dalam memperoleh sertifikat TKDN-IK diantaranya berupa penyederhanaan penghitungan nilai TKDN dan pengajuan pendaftaran secara daring melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Nilai TKDN yang diberikan hingga 40% sehingga Industri Kecil dapat bersaing di e-katalog. Tentunya sertifikat TKDN-IK ini gratis tanpa dipungut biaya,” pungkas Menperin. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.