Gold’s Gym Tutup Sejumlah Cabang, Manajemen Tuding Ada Sabotase Internal

oleh
oleh
Pengelola Gold's Gym Indonesia yang didampingi kuasa hukum angkat bicara terkait penutupan sejumlah cabang pusat kebugaran. Foto: RA
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Manajemen PT Fit and Health Indonesia, pengelola Gold’s Gym Indonesia, akhirnya angkat bicara terkait penutupan sejumlah cabang pusat kebugaran mereka. Kuasa hukum perusahaan, Aditya Bagus Anggariyadi, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keuangan yang tengah sulit.

“Gold’s Gym Indonesia juga menghadapi tantangan berat akibat kondisi ekonomi saat ini. Gold’s Gym mengambil langkah tegas, pertama menutup lima cabang yang performanya kurang,” ujar Aditya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).

Kelima cabang yang ditutup secara resmi adalah Cilandak Town Square (Jakarta Selatan), Mall Alam Sutera (Tangerang), Kalibata City (Jakarta Selatan), Ciputra Mall (Jakarta Barat), dan Grand Metropolitan Mall (Bekasi).

Selain itu, Aditya juga menjelaskan beberapa strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan sejak April 2025, termasuk renegosiasi harga sewa gedung dan pengurangan jumlah karyawan.

“Ketiga melakukan negosiasi ulang terhadap pemilik gedung terkait biaya sewa. Keempat melakukan efisiensi dengan pengurangan SDM sejak April 2025,” tambahnya.

Namun, persoalan internal ternyata memperburuk situasi. Aditya menyebut ada dugaan sabotase yang dilakukan oleh oknum karyawan, yang berdampak pada penutupan enam cabang lainnya, yakni Cihampelas Walk (Bandung), Mall of Indonesia dan Baywalk Mall (Jakarta Utara), Bintaro Xchange (Tangerang Selatan), The Breeze BSD, serta Ciputra World (Surabaya).

“Upaya perbaikan bisnis ini sangat terganggu oleh sabotase di dalam internal perusahaan yang merugikan perusahaan. Perusahaan menemukan fakta ada tiga oknum dari Personal Trainer (PT) dan customer experience,” katanya.

Menurutnya, ketiga oknum tersebut tidak hanya menghentikan kegiatan penjualan secara sepihak, tetapi juga memengaruhi karyawan lain agar turut berhenti bekerja. Tak hanya itu, mereka menyebarkan informasi palsu tentang penutupan permanen klub dan mengambil alih media sosial resmi perusahaan.

“Pertama menghentikan seluruh aktivitas penjualan sepihak. Kedua memaksa karyawan lainnya untuk berhenti melakukan penjualan, bahkan intimidasi kepada mereka yang masih berjualan,” ujarnya.

“Ketiga, oknum ini menyebarkan berita bohong bahwa Gold’s Gym akan tutup permanen pada Juni 2025. Lalu, menuduh perusahaan melakukan penipuan, lalu menguasai media sosial resmi perusahaan dan menyebarkan informasi tidak benar, baik Instagram dan WhatsApp,” lanjutnya.

Aditya menyebutkan tindakan tersebut berdampak langsung pada penurunan drastis pendapatan perusahaan, terutama di cabang The Breeze BSD.

“Pada awal Juni sampai 17 Juni 2025, penjualan PT menurun drastis lebih dari 76,3 persen dari bulan sebelumnya. Dari 1 sampai 17 Mei adalah Rp 1,6 M, lalu pada 1-17 Juni hanya Rp 389 juta,” jelasnya.

Di tengah situasi sulit ini, manajemen berupaya menjaga kepercayaan pelanggan. Mereka menawarkan berbagai solusi agar keanggotaan para member tetap bisa dimanfaatkan.

Pilihan yang diberikan antara lain adalah peningkatan status ke all club, perpanjangan keanggotaan selama tiga bulan secara gratis, pemberian cuti membership hingga akhir 2025, serta opsi pengalihan atau pembatalan membership tanpa biaya tambahan.

(RA)

No More Posts Available.

No more pages to load.