Ganjar Sebut Anak Muda Tertarik Jadi Presiden lewat Jalur Instan

oleh -1030 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Bakal calon presiden dari Koalisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mengungkapkan, banyak anak muda yang tertarik menjadi pemimpin seperti walikota, gubernur, bahkan presiden tetapi dengan jalur instan tanpa mau masuk ke partai politik terlebih dahulu.

Statement itu disampaikannya saat menghadiri acara Penyampaian Pandangan Mengenai Strategi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2024-2029 di Centre for Strategis and International Studies (CSIS), Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (7/11/2023).

“Saya beraktivitas di politik ada unsur hobinya di situ. Karena waktu mahasiswa itu suasana anak mudanya membahana. Pada saat itu, kami berpikir setiap kali kami demo selalu saja responsnya belum seperti yang kita inginkan, maka betul pilihan saya adalah masuk politik, masih PDI belum perjuangan pada saat itu,” kata Ganjar saat memberi sambutan.

Dia mengaku banyak berkomunikasi dengan anak muda dan bertanya apakah tertarik masuk ke partai politik. Ternyata banyak anak-anak muda generasi milenial dan Z yang tidak tertarik karena parpol memiliki banyak catatan.

“Kemudian itu saya sampaikan pada anak-anak muda yang banyak sekali tidak tertarik pada partai politik karena wajah partai politik sering kali menjadi ya banyak catatan lah begitu. Tapi itu buat saya tantangan dan sebuah pilihan,” ujar Ganjar.

Namun yang menariknya, banyak anak muda yang tertarik menjadi pemimpin daerah hingga presiden tanpa mau terlibat dalam sebuah parpol.

“Sehingga pada saat saya menyampaikan pada anak-anak muda apakah kamu tertarik pada partai politik untuk bergabung? Ternyata sebagian tidak. Tapi ketika saya tanya apakah kamu tertarik jadi bupati/wali kota, tertarik jadi gubernur, tertarik jadi presiden? Mereka tertarik,” urainya.

Kemudian Ganjar mengingatkan, kepada orang-orang yang lebih senior untuk mengingatkan kepada anak muda yang menyukai sesuatu yang instan bahwa proses dalam sebuah kehidupan khususnya di dunia politik sangatlah penting.

“Jadi situasi yang mendorong mereka menjadi anak-anak instan hari ini memang ya terimalah dengan lapang dada. Tugas kita yang lebih senior untuk memberikan edukasi kepada mereka bahwa proses itu penting,” jelasnya. (Dian)

No More Posts Available.

No more pages to load.