NFA Optimis Capai Ketahanan Pangan Nasional dengan Spirit Kemandirian dan Kedaulatan Pangan

oleh -3262 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jatinangor, ebcmedia – Untuk mendorong tercapainya ketahanan pangan melalui Sistem Pangan Nasional yang didasarkan pada UU No. 12/18 tentang Pangan yang mencakup pilar komprehensif yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan, sehingga terwujudnya individu yang sehat, aktif, dan produktif, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) optimis akan pembangunan ketahanan pangan nasional dapat terwujud apabila dilakukan dengan spirit kemandirian dan kedaulatan pangan.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto dalam sambutannya pada Acara Bedah Buku “Pangan: Sistem, Diversifikasi, Kedaulatan dan Peradaban Indonesia” karya Dr. Ir. HE. Herman Khaeron, M.Si. sebagai rangkaian Dies Natalis ke-64 Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (UNPAD) pada Kamis, (26/10/2023) di Jatinangor, Jawa Barat.

“Tata kelola kebijakan pangan nasional yang mencakup strategi yang komprehensif diterapkan untuk menjawab tantangan yang semakin berkembang. Dalam operasionalisasinya, Badan Pangan Nasional selama 2 tahun memiliki pencapaian terkait penyusunan regulasi bidang pangan, review/penyusunan regulasi pangan dalam rangka menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi, juga operasionalisasi kebijakan pangan melalui pelaksanaan kegiatan berupa penguatan Sistem Informasi Pangan, dukungan Distribusi Bantuan Pangan, Diversifikasi Pangan, pengendalian Food Waste, dan Keamanan Pangan Pangan,” jelas Andriko.

Andriko menambahkan bahwa hadirnya buku ini sebagai karya yang sangat fundamental dan komprehensif. “Buku ini telah berhasil menguraikan pentingnya sistem pangan yang tangguh sebagai prasyarat mewujudkan diversifikasi dan kedaulatan pangan, apalagi dalam situasi pangan dunia yang sedang tidak baik-baik saja, karya tulisan ini sangat relevan dan perlu menjadi dasar dalam perencanaan pangan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif The Yudoyono Institut Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa saat ini dunia menghadapi krisis pangan juga krisis energi. “Kebijakan yang komprehensif dan kepemimpinan yang transformasional diperlukan untuk menghadapi tantangan ini,” terangnya.

Dalam sesi Diskusi Bedah Buku tersebut, disampaikan bahwa diversifikasi pangan sebagai prasyarat kedaulatan pangan tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Berbagai unsur dan stakeholder perlu terlibat di dalamnya, misalnya penyediaan lahan, konsumen yang berdaulat, serta bernilai ekologis dan humanis. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.