Kepala BPN Tinjau Bantuan Pangan Beras di NTT Bersama Presiden Jokowi

oleh -1261 Dilihat
banner 468x60

Kupang, ebcmedia – Presiden Joko Widodo menutup rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyambangi masyarakat di Gudang Perum Bulog Alak Kota Kupang, pada Rabu (06/12/2023). Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi turut mendampingi Kepala Negara untuk melihat langsung kelancaran penyaluran bantuan pangan beras di Ibu Kota Provinsi NTT ini.

“Ini sudah terima semuanya (bantuan pangan beras)? Ini harusnya Ibu dan Bapak sekalian, itu September Oktober November itu dapat (bantuan pangan beras), ditambah Desember, berarti dapat 4 kali. Hari ini akan diberikan 2 untuk yang sisanya akan disiapkan kembali, setuju? Kemudian nanti akan dilanjutkan Januari Februari Maret lagi (bantuan pangan beras),” ujar Presiden Jokowi ketika bercengkerama dengan 1.186 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Kota Kupang.

Ditemui di lokasi kunjungan Presiden, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menguraikan fokusnya adalah untuk memastikan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ada dan cukup di seluruh penjuru Indonesia. Ia juga menekankan stok minimal CBP yang dikelola Bulog juga menjadi atensi Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden memerintahkan saya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional untuk memastikan stok beras sampai ke Indonesia Timur, juga Indonesia Tengah, semua harus ada. Kemarin dari Indonesia Barat, Timur, dan Tengah lalu disini kita menyaksikan stok Bulog dalam kondisi yang cukup,” ungkap Arief.

“Tentunya stok Bulog akan selalu dijaga diatas 1 juta ton. Namun kemarin Bapak Presiden meminta penambahan stok sampai terus mendekati 3 juta ton. Ini untuk memastikan bahwa dalam kondisi apapun, entah itu climate change, El Nino atau apapun, negara itu punya stok yang siap sedia digelontorkan ke masyarakat,” jelas Kepala Bapanas.

Adapun Kepala NFA telah memastikan stok CBP di Provinsi NTT secured dan cukup. Ini dilakukannya bersama Presiden Jokowi sembari memastikan kelancaran bantuan pangan beras. Ia pun menginginkan sumber CBP berasal dari produksi dalam negeri.

“Stok CBP di Kupang ini ada lebih dari 3 ribu ton, jadi kita pastikan di Kupang stok berasnya aman. Ini setelah kemarin kami juga sudah pastikan melalui road show ke beberapa tempat. Mulai dari Padang, Palembang, Bandar Lampung, Biak, Jayapura sampai Timika. Dan hari ini kita ada di Kupang, kemarin ada di Nagekeo, sebelumnya ada di Manggarai Barat Labuan Bajo,” katanya. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.