Menparekraf Paparkan Pengembangan Parekraf Berkelanjutan Indonesia

oleh -105 Dilihat
oleh
banner 468x60

New Delhi, ebcmedia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan upaya pengembangan sektor parekraf Indonesia yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dalam forum Raisina Dialogue 2024 di New Delhi, India, Kamis (22/2/2024).

Menparekraf Sandiaga mengatakan pengembangan parekraf berkelanjutan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Adapun beberapa poin keselarasan pengembangan parekraf berkelanjutan tersebut dengan SDGs adalah dalam hal pemajuan keberlanjutan, pengembangan ekonomi, penguatan kemitraan dan kolaborasi, pelestarian tradisi dan budaya lokal, penguatan kesadaran sosial dan lingkungan, serta pengembangan inovasi berkelanjutan.

“Dengan berpegang teguh terhadap SDGs, maka ini diharapkan mampu mendorong berbagai inovasi dalam industri pariwisata sehingga akan memunculkan pengembangan teknologi, praktik, dan model bisnis yang berkelanjutan,” ujar Sandiaga.

Selain itu, dengan pengembangan parekraf yang berkelanjutan, kata Sandiaga, dapat membentuk ekosistem industri parekraf yang kompetitif, menarik kedatangan wisatawan yang sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, dan berkontribusi terhadap upaya global dalam membentuk masa depan yang ramah alam.

“Indonesia tengah membangun pariwisata ke arah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan melalui Sustainable Tourism Development (STDev) dengan inisiatif utama yaitu Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO),  Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI),

Sustainable and Responsible Marketing (SRM), dan Sustainable Tourism Management (STM),” ungkapya.

Menparekraf Sandiaga menambahkan, salah satu langkah utama konkret yang dilakukan Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan adalah dengan melakukan dekarbonisasi pariwisata. Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah penggunaan transportasi ramah lingkungan di destinasi wisata, efisiensi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pemanfaatan teknologi, dan carbon offsetting. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.