Presiden Joko Widodo Resmikan Pelabuhan Besar di Indonesia Bagian Timur

oleh -566 Dilihat
oleh
banner 468x60

Makassar, ebcmedia – Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyampaikan Makassar New Port adalah pelabuhan besar di Indonesia bagian timur yang diharapkan bisa mengefisiensikan biaya logistik di Indonesia, pada saat meresmikan Makassar New Port (MNP) di Makassar, Kamis (22/2/2024).

“Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan besar di Indonesia bagian timur yang kita harapkan bisa mengefisiensikan biaya-biaya logistik yang ada di tanah air kita,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, sepuluh tahun yang lalu biaya logistik di Indonesia berada di angka 24 persen, padahal negara-negara lain berada di angka 9 persen sampai 12 persen. Menurut Presiden, penyebabnya adalah karena tidak terintegrasinya pelabuhan dengan kawasan industri.

“Sekarang, biaya logistik kita sudah turun kurang lebih 14 persen. Sudah turun banyak, tetapi tetap masih sedikit lebih tinggi dari negara-negara lain. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” jelasnya.

Presiden juga menyinggung masalah dwelling time yang dulu bisa mencapai lima sampai tujuh hari dan menurutnya sangat tidak efisien. Namun sekarang dapat teratasi, di mana saat ini rata-rata dwelling time sudah berada di bawah tiga hari.

“Berkaitan dengan dwelling time, dulu bisa 5 hari, 6 hari, 7 hari. Barang-barang yang datang turun dari kapal kemudian diangkut keluar, ini tidak efisien. Sekarang rata-rata sudah di bawah 3 hari semuanya, ini sangat bagus sekali. Tidak kalah kita dengan pelabuhan-pelabuhan besar dari negara-negara lain. Inilah kekuatan, potensi yang terus kita perbaiki sehingga daya saing kita menjadi lebih baik,” ungkap Presiden.

Sementara itu, Menhub menjelaskan bahwa pembangunan MNP bertujuan untuk memperkuat peran Makassar sebagai pintu gerbang logistik di kawasan timur Indonesia serta mendukung konektivitas jalur perdagangan internasional.

“Makassar New Port adalah satu dari dua pelabuhan di Indonesia yang kokoh dan siap menerima kapal-kapal besar dari seluruh dunia. Apalagi kapasitasnya saat ini sudah mencapai 2,5 juta TEUs per tahun,” pungkas Menhub. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.