Gorontalo Ekspor Jagung 50.000 Ton untuk Stabilisasi Harga

oleh -200 Dilihat
oleh
Penjabat Gubernur Gorontalo Mohammad Rudy Salahuddin didampingi Kepala Dinas Pertanian Gorontalo, Muljady D. Mario. Foto. ebcmedia.
banner 468x60

Gorontalo,ebcmedia-Pemerintah Gorontalo akan melaunching ekpor jagung 50.000 ton di Pelabuhan Anggrek yang terletak di Desa Ilangata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Utara, pada Rabu (29/5/2024). Upaya untuk menstabilisasi harga karena stok jagung saat panen raya jagung.

Penjabat Gubernur Gorontalo, Mohammad Rudy Salahuddin mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Gorontalo dalam mengupayakan ekspor jagung sebesar 50.000 ton. Usulan ekspor jagung yang disetujui pemerintah pusat untuk musim panen raya saat ini yang menginisiasi adalah Gorontalo.

“Ekspor jagung sebesar 50.000 ton ini sekaligus untuk menstabilisasi harga. Selama ini kalau panen raya jagung harga cenderung turun. Melalui upaya ekspor, mudah-mudahan harga jual jagung mulai membaik,” kata Rudy Salahuddin kepada ebcmedia ketika ditemui di Bandar Udara International Djalaluddin Gorontalo, Selasa (28/5/2025).

Untuk membuka market pasar jagung Gorontalo, Rudy Salahuddin menekankan agar terus dilakukan kerja sama antardaerah, antarpulau, dan antarprovinsi.

“Kemarin saya sudah bicara juga dengan Gubernur Jawa Timur, di antaranya penjajakan kerja sama komoditas antara Gorontalo dengan Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gorontalo, Muljady D. Mario menyampaikan, panen raya jagung di Gorontalo pada April dan Mei 2024. Dari 14 gudang dan silo besar yang ada di Gorontalo sudah penuh stok jagung. Untuk silo ada yang empat unit dengan kapasitas 2.000 ton jagung pipilan.

Karena stok jagung banyak, sehingga pasar antarpulau tidak terserap. Selain juga proses panen raya hampir bersamaan di sentra-sentra jagung di Indonesia. Karena over supply, harganya cenderung turun.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Gorontalo mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian untuk memberikan rekomendasi untuk meminta kuota ekspor. Rekomendasi itu sudah diteruskan Dirjen Tanaman Pangan ke Menko Ekonomi.

Alhamdulilah rapat terbatas kemarin Pemerintah Gorontalo diberikan kuota sebesar 50.000 ton untuk ekspor. Ekspor jagung ini menjadi penting, sebagai instrumen untuk menstabilisasi harga,” kata Muljady.

Gorontalo, disampaikan Muljady, mempunyai dua market, yakni market antarpulau dan ekspor. Rabu besok (29/5/2024) akan dilepas dua market, untuk antarpulau sebesar 10.000 ton berbarengan dengan lauching ekspor jagung 50.000 ton. Ekspor 50.000 ton ini dilakukan secara bertahap sampai akhir Juli 2024. Yang sudah ready sampai minggu depan sebesar 25.000 ton. (Robi/Syarif)

No More Posts Available.

No more pages to load.