Rekor MURI di Sela Pagelaran Akbar 50 Tahun God Bless

oleh -1468 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebmedia – Grup band legendaris God Bless sukses mengobati kerinduan penggemarnya di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/11/2023) malam.

Konser bertajuk Indofood Presents God Bless Konser Emas 50 Tahun with Tohpati Orchestra itu diramaikan sejunlah penyanyi dan grup band papan atas, seperti Nicky Astria, Anggun, Kaka Slank, Eet Syahranie, Padi Reborn, Kotak.

Padi Reborn mengawali pagelaran musik yang dipadati ribuan penonton itu. Nomer hits Padi serta satu nomer milik God Bless dibawakan Padi dengan baik, sehingga membuat penonton larut dalam kemeriahan konser tersebut.

Usai penampilan Padi Reborn, tampillah Helmy Yahya yang bercerita tentang perjalanan God Bless selama 50 tahun.

Menurut Helmy, banyak suka duka yang dialami kelompok musik yang telah malang melintang di blantika musik Tanah Air.

Perjalanan 50 tahun (emas) bukanlah hal mudah bagi sebuah band untuk tetap bertahan. Itulah yang dialami God Bless.

Tak beralasan jika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan God Bless sebagai kelompok musik yang eksis di usia ke-50.

Penghargaan rekor MURI digelar di sela konser emas God Bless.

Usai penghargaan rekor MURI, God Bless langsung menghentak lewat Musisi. Nomor lawas tersebut dibawakan grup yang dimotori Achmad Albar dengan apik.

Nampak Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fatah, Abadi Soesman, dan Fajar Satritama, plus Tohpati Orkestra, tampil penuh energi. Hanya saja, Sang bassis Donny Fatah dalam kondisi kurang fit.

Memasuki lagu kedua Bla Bla Bla, lantaran kondisi kurang fit, posisi Donny Fatah digantikan additional player. Namun tak mengurangi kegarangan performance God Bless.

Energi God Bless kian bertambah. Nomer Selamat Pagi Indonesia, Menjilat Matahari, Cermin, dibawakan dengan baik.

God Bless rehat sejenak dengan memberi salam kepada penggemar yang mengelu-elukannya. Saat akan membawakan Maret 1989, Achmad Albar mengetuk hati penonton untuk membela perjuangan rakyat Palestina yang tengah berjuang melawan kekejaman zionis Israel.

Kemudian kelompok musik yang pernah menjadi grup band pembuka supergrup dunia Depp Purple, berturut-turut menyanyikan Balada Sejuta Wajah, Syair Kehidupan, Sudahlah Aku Pergi, Huma di Atas Bukit.

Penonton pun mengikuti irama-irama lagu yang dibawakan God Bless. Para penonton nampak hafal betul dengan lirik-lirik lagu God Bless.

Pagelaran musik yang diiiringi turunnya hujan kian berwarna dengan hadirnya sejumlah penyanyi papan atas.

Eet Syahrani, gitaris handal yang dulu pernah bergabung di God Bless, kembali berkolaborasi dengan God Bless dalam Srigala Jalanan.

Sayatan gitar Eet memecah isi Istora Senayan. Alhasil, kolaborasi Eet dan God Bless terlihat begitu inovatif.

Kaka Slank yang didaulat membawakan lagu semi dangdut Achmad Albar, Zakia, nampak begitu menghayati lagu yang dibawakannya itu.

Suasana kian semarak dengan tampilnya Anggun yang membawakan nomer hitsnya Mimpi. Anggun yang kini sudah go internasional, dulu pernah menjadi lady rockers Indonesia.

Anggun nampak begitu menghayati lagu yang melambungkan namanya itu.

Nicky Astria yang tampil berikutnya mengusung nomer lawas Panggung Sandiwara membuat penonton kian ekspresif.

Dengan suara melengking yang menjadi ciri khasnya, menjadikan Panggung Sandiwara sempurna dilantukan Lady rokers papan atas Indonesia itu.

Yang ditunggu-ditunggu pun akhirnya terjadi. Nomer Biskota menjadi ajang bersatunya tiga penyanyi papan atas Tanah Air, Achmad Albar, Nicky Astria, dan Anggun.

Ketiganya nampak bertenaga saat membawakan nomer yang pernah hits di era 90-an.

Usai membawakan Biskota, Achmad Albar mengucapkan terima kasih kepada Nicky Astria dan Anggun. Nicky dan Anggun pun mengapresiasi Achmad Albar dan God Bless yang mampu berkiprah selama 50 tahun.

Nomer hits yang ditunggu akhirnya meramaikan perhelatan akbar God Bless itu. Kehidupan, Semut Hitam, menjadi penyempurna penampilan God Bless.

Penonton kelas VIP hingga festival, larut dalam kemegahan konser emas itu. Mereka mengikuti lirik Kehidupan dengan bersemangat. Begitu pun saat nomer Semut Hitam menggema.

Pertunjukan spektakuler itu pun ditutup dengan lagu ‘wajib’ Rumah Kita, diikuti semua penyanyi dan grup band yang terlibat dalam konser tersebut. (Wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.