NFA Dukung Program Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah

oleh -981 Dilihat
banner 468x60

Solo, ebcmedia – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dalam rangka pemantauan program mewujudkan ketahanan pangan,  terus memperkuat sinergitas dan kolaborasi bersama 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan memberikan dukungan program ketahanan pangan melalui anggaran dekonsentrasi.

Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Supervisi dan Program Pendampingan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Solo, pada Senin-Selasa (13-14/11/2023) menyampaikan bahwa NFA melakukan terobosan kegiatan pengawasan keamanan pangan segar di peredaran dengan menginisiasi program Pasar Pangan Segar Aman (PAS AMAN), yang dialokasikan di 48 titik di 20 provinsi.

“Ketahanan pangan yang sedang kita wujudkan menjadi tidak bermakna jika keamanan pangan tidak dapat diwujudkan. Untuk itu, Badan Pangan Nasional senantiasa menggencarkan pengawasan keamanan pangan, baik di pusat maupun di daerah,” ujar Sarwo.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto menyampaikan bahwa tingkat keanekaragaman konsumsi pangan penduduk Jawa Tengah sudah cukup mendekati angka ideal 100℅ dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) rata-rata sebesar 94,2. Hal ini lebih tinggi daripada PPH nasional yang sebesar 92,9 pada tahun 2023.

Lebih lanjut, Andriko mengapresiasi Dinas Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang juga aktif melakukan pengawasan keamanan pangan segar, baik pre market maupun pengawasan post market.

“Sampai dengan saat ini, output registrasi pangan segar yang sudah diterbitkan oleh Dinas Pangan Provinsi tahun 2023 sebanyak 84 sertifikat dan kab/kota sebanyak 912 sertifikat,” ungkap Andriko.

Selain itu, Andriko juga mengharapkan agar provinsi dan kabupaten/kota segera menyelesaikan realisasi anggaran program ketahanan pangan, yang mana hingga November 2023 baru mencapai 62,11%.

“Saya menghimbau agar seluruh peserta berkomitmen untuk menyelesaikan pelaksanaan kegiatan dan administrasi pelaksanaan minimal 90% pada akhir November 2023,” imbuh Andriko.

Seperti diketahui pada tahun 2022, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan indeks ketahanan pangan terbaik di Indonesia, yang dinilai berdasarkan aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan/akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari dalam keterangannya pada kesempatan tersebut menyampaikan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikkan harga di Jawa Tengah di tingkat produsen dan konsumen yang lebih tinggi dibandingkan Harga Pokok Produksi (HPP)/Harga Acuan Pembelian (HAP) yaitu Gabah Kering Panen) (GKP), Gabah Kering Giling (GKG), beras, jagung, cabai merah keriting, dan cabai merah rawit.

“Untuk mengatasi masalah ini, dinas pangan telah melakukan di antaranya fasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah minus, gerakan pangan murah (GPM), penguatan sarana prasarana cadangan pangan, dan subsidi harga pangan strategis. Sehingga tingkat inflasi di Provinsi Jawa Tengah  dapat tetap dijaga dalam kisaran 0,17% pada Oktober yang lalu,” urai Dyah Lukisari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, Perwakilan Bulog Jawa Tengah, Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Jawa Tengah, Balai Karantina Jawa Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, serta Kepala Dinas Pangan Kabupaten/Kota se-provinsi Jawa Tengah. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.