Catatan Kinerja Kemenparekraf Triwulan III 2023 di Raker Komisi X DPR

oleh -1754 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan capaian kinerja Kemenparekraf/Baparekraf berdasarkan performansi indikator kinerja utama (IKU) atau penilaian indeks reformasi birokrasi 2023 kepada Komisi X DPR RI.

Menparekraf Sandiaga, dalam Raker dengan Komisi X DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/11/2023), mengungkapkan bahwa realisasi performansi IKU pada triwulan III tahun 2023 sudah melampaui target yang ditentukan. Untuk nilai devisa pariwisata mencapai lebih dari 6 miliar dolar AS dengan kontribusi PDB pariwisata sebesar 3,76 persen.

Nilai ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) mencapai 11,82 miliar dolar AS dan nilai tambah ekraf Rp691,75 triliun. Lalu, peringkat TTDI (Travel and Tourism Development Index) per tanggal 14 November berada posisi 32. Menparekraf menargetkan posisi ini akan merangkak naik hingga tembus 30 besar.

Kemudian, jumlah tenaga kerja pariwisata dan ekraf juga sudah di atas target. Jika ditotal, secara keseluruhan menyerap lebih dari 45 juta tenaga kerja. Dengan rincian 21,93 juta tenaga kerja pariwisata dan 24,34 tenaga kerja ekraf. Untuk wisatawan mancanegara yang ditargetkan 8,5, juta kunjungan, di September 2023 sudah tercapai 8,51 juta kunjungan.

“Alhamdulillah kita mencapai angka yang sangat membanggakan kita semua dan kepulihan ini semakin terasa oleh masyarakat karena capaian ini jauh di atas target yang telah beberapa kali kita revisi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Berkat kinerja baik tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf berhasil meraih nilai kinerja tertinggi dari 7 K/L di bawah koordinasi Kemenko Marves. Dengan nilai 100 untuk sasaran K/L mendukung prioritas dan nilai 98,5 untuk proyek K/L mendukung prioritas. Kendati demikian, pergerakan wisatawan nusantara per-September 2023 baru mencapai 50 persen atau sekitar 626 juta dari total target 1,2 – 1,4 miliar pergerakan.

“Oleh karena itu, kami perlu penyesuaian target. Kami sedang berkoordinasi dengan BPS dan Kemenko Marves agar target ini bisa disesuaikan. Untuk ke depannya kami akan terus laporkan mengenai target pergerakan wisnus ini,” ungkap Menteri Sandiaga.

Sementara, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf), Angela Tanoesoedibjo menambahkan bahwa realisasi belanja Kemenparekraf/Baparekraf TA 2023 per 12 November 2023 sudah mencapai 73,43 persen atau sebesar Rp2.515.626.643.120 dari total pagu sebesar Rp3.425.659.966.000.

“Adapun realisasi program prioritas nasional 2023 per-12 November 2023 adalah sebesar Rp1.230.066.759.673 atau 70,57 persen dari total pagu prioritas nasional sebesar Rp1.743.009.930.000,” terang Wamen Angela.

Program prioritas nasional 2023 meliputi memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Dalam kesempatan itu, Wamenparekraf juga menyampaikan sederet multiplier effect yang diciptakan dari berbagai perhelatan event olahraga internasional seperti MotoGP Mandalika (13 – 15 Oktober 2023), F1H20 Danau Toba (24 – 26 Februari 2023), Superbike World Championship (3 – 5 Maret 2023), L’Etape Indonesia by Tour de France (26 – 28 Mei 2023), dan FIBA World Cup (25 Agustus – 10 September 2023).

Wakil Ketua Komisi X, Abdul Fikri Faqih selaku pimpinan rapat mengapresiasi capaian indikator penilaian indeks reformasi birokrasi tahun 2023 Kemenparekraf dengan kecenderungan yang positif. Mengenai realisasi anggaran, Komisi X DPR RI mendorong Kemenparekraf untuk mengakselerasi langkah-langkah tindak lanjut terhadap kendala atau permasalahan dari realisasi program Kementerian dan prioritas nasional.

“Agar realisasinya dapat ditingkatkan di atas 95 persen atau sesuai target di akhir Desember 2023,” jelas Fikri. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.