Wali Kembali Hadir dengan Single Anyarnya Fatimah yang Bernuansa Timur Tengah

oleh -1009 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Kelompok musik Wali menghadirkan nuansa berbeda lewat single teranyarnya bertajuk Fatimah.

Kali ini, masyarakat pecinta musik Wali dan Parawali, diajak menikmati sebuah lagu dengan suguhan video musik yang sarat nuansa Timur Tengah di masa lalu.

Video musik lagu Fatimah milik Wali yang disutradarai Rizal Mantovani sangat filmis dan mengundang perhatian saat diupload di akun YouTube Official NAGASWARA.

Ketika poster Fatimah untuk kebutuhan countdown diposting di akun Instagram NAGASWARA dan Wali, banyak netizen yang bertanya apakah itu film, sinetron atau video musik terbaru Wali?

Teka-teki tersebut direspon NAGASWARA dan Wali dengan menggelar launching dan jumpa pers 30 NOVIMBER (Nonton Video Musik Bersama) Wali – Fatimah di CGV Cinemas FX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023).

Tidak banyak grup musik di Indonesia seperti Wali. Selama 24 tahun eksis, band dengan personil Apoy (gitar), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovie (keyboard) itu tetap konsisten menelurkan karya-karya baru, termasuk dalam bentuk album.

Tahun 2023 ini, setidaknya Wali sudah merilis dua single. Di bulan November ini, band dengan personil para santri itu kembali merilis single baru berjudul Fatimah.

Penggunaan nama orang atau diksi Fatimah adalah kali pertama bagi Wali.

Lantas kenapa Fatimah? Sebagai pencipta lagu, Apoy mengatakan membayangkan tentang sosok seorang perempuan yang ”sempurna”.

Fatimah adalah nama familiar, bahkan menjadi sebuah nama mulia yang disematkan Nabi Muhammad SAW kepada putrinya.

“Mudah-mudahan nyampe gongnya, akan menjadi diksi baru yang akan mewakili sosok perempuan ideal. Setiap perempaun dimana pun berada ingin menjadi seperti Fatimah. Si laki-laki ingin mendapatkan pasangan seperti Fatimah, apakah Fatimah itu ibunya atau saudara perempuannya sendiri,” ujar Apoy.

Wali menginginkan Fatimah hadir sebagai sebuah lagu yang berbeda di sepanjang 24 tahun perjalanan karir bermusik mereka.

Selama ini, sambung Apoy, penggemar-penggemar Wali akan dengan mudah mengenal lagu-lagu mereka. Namun lewat Fatimah, Apoy berharap akan ada semacam plot twist.

“Kita paham dalam sebuah kehidupan, ketika disuguhkan hal yang sama akan menjadi sesuatu menjenuhkan. Berharap lagu ini jadi sesuatu yang  plot twist untuk para pendengar setia Wali atau masyarakat atau netizen. Karena memang sebelum-sebelumnya,Wali tidak pernah membawakan di penyajian yang seperti ini dengan tempo yang lebih rendah,” lanjut gitaris berkacamata itu.

Hal menarik lain yang ditawarkan Wali lewat Fatimah adalah terkait konsep vokal Faank.

Lewat single ini, Wali mencoba “mengembalikan” vokal Faank seperti saat mereka merekam album pertama dan kedua di awal-awal kemunculan band itu.

Bagi Apoy dan rekan-rekannya di Wali, hasil rekaman lagu Fatimah cukup spesial. Selain itu, untuk Fatimah, Wali juga mengggunakan standar teknologi suara tiga dimensi atau dolby atmos music.

“Kita coba tawarkan kepada masyarakat cara bernyanyi Faank yang agak berbeda. Dan harapannya, ketika ada yang mendengarkan lagu ini, mereka akan bertanya ini lagu siapa ya? Itu goal kita. Jadi jangan sampai ketebak ini lagu Wali,” tambah Apoy yang juga memasukkan beberapa part petikan gitar nylon-nya dalam lagu Fatimah.

Sementara, pengerjaan musik video Fatimah dipercayakan kepada sutradara Rizal Mantovani.

Rizal bukan nama baru bagi Wali. Sutradara yang sukses dengan sejumlah film layar lebar itu juga pernah menggarap musik video Wali single Doaku untukmu Sayang di tahun 2011.

Berangkat dari nama Fatimah, Rizal kemudian mengadaptasi semangat musik video Wali ke satu masa lalu dengan mengambil setting lokasi di negeri-negeri Arab. Cerita video klipnya mengenai kisah cinta seorang wanita yang mampu membuat pria yang mencintainya menjadi lebih kuat dalam berjuang.

“Tidak hanya cantik, tapi perempuan ini juga punya kepribadian yang sangat kuat, sangat baik, penyayang dan peduli. Si pria melihat Fatimah adalah sosok yang ingin dinikahi tapi tidak mudah perjalanan asmara mereka. Tapi kita tahu, dengan cinta mendalam kepada Fatimah dalam hatinya ia akan mendapatkan gadis yang dicintai. Namun di sisi lain penekanan cerita di video klip lebih kepada si wanita baik ini mampu membuat pria yang mencintainya ini menjadi lebih kuat dalam berjuang,” ungkap Rizal Mantovani.

Selain itu Rizal menambahkan bahwa adegan peperangan dalam musik video klip Wali Fatimah diartikan bukan secara harafiah. Perang disini menurut Rizal adalah simbol dari perjuangan. Bahwa dalam hidup maupun dalam cinta, kita akan berjuang. Berjuang melawan rintangan hidup, perang melawan diri sendiri, maupun perang dalam kehidupan itu sendiri.

Penggarapan musik video Fatimah dilakukan di DossGuavaXR Studio di daerah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tema percintaan antara Fatimah dan sang kekasih di dalam cerita tersebut, juga menghadirkan latar belakang padang pasir dan banyak model untuk adegan peperangan. Untuk keperluan tersebut, Rizal menggunakan teknologi Extended Reality (XR).

“Ceritanya ada perang, juga padang pasir. Karena settingnya termasuk setting-setting yang sulit, jadi kami dibantu teknologi Extended Reality (XR). Kami dibantu tim DossGuavaXR Studio. Back ground-nya itu semua menggunakan teknologi Extended Reality dengan digital komputer. Suasannya dibuat secara digital,” terang sutradara yang banyak menggarap film-film horor itu.

Video musik single Fatimah milik Wali tampil spesial dan sangat epik. Sosok Fatimah diperankan oleh model sekaligus bintang film muda Nadila Sungkar. Sementara sang kekasih dimainkan oleh model selebgram Ibrahim Halil.

Wali adalah salah satu band besar di tanah air yang dibentuk pada 31 Oktober 1999. Wali merilis album perdana mereka di NAGASWARA berjudul Orang Bilang pada tahun 2008. Sejak saat itu, lagu dan album-album Wali selalu meledak di pasaran.

Setiap lagu yang dihasilkan Wali, membawa pesan-pesan religi. Penggemar band itu tersebar luas di tanah air, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Tidak putus-putusnya Wali menggelar konser untuk bertemu dengan penggemarnya, terutama Parawali.

Pada 2023 ini, Wali sudah merilis single berbahasa Sunda berjudul Kumaha Aing dan single religi Qodarullah.

Sebagai rilisan penutup di tahun ini, Wali bersama NAGASWARA merilis single Fatimah. (Wn)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.