dr. Ngabila: Anemia Aplastik Penyakit Langka Disebabkan Kegagalan Sumsum Tulang Belakang

oleh -125 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta,ebcmedia-Selasa  pagi (9/4/2024), pukul 06.38 WIB, Komika Babe Cabita (34 tahun) dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit Anemia Aplastik yang telah lama dideritanya.

Kabar duka meninggalnya Babe Cabita alias Priya Prayogha Pratama disampaikan oleh rekannya sesama komedian Oki Rengga Winata.

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiu’un. Telah meninggal anak, adik, suami, ayah kami Priya Prayogha Pratama bin Irsyad Tanjug (Babe Cabita) hari ini 9 April pukul 06.38,” kata Oki melalui akun Instagram pribadinya @okirengga33, Selasa (9/4/2024).

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, Anemia Aplastik adalah kegagalan sumsum tulang belakang untuk memproduksi tiga jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) yang bisa didapat karena keturunan (genetik) atau didapat selama hidup karena penyakit menular atau tidak menular, efek kemoterapi dan radioterapi pada kanker, autoimun, konsumsi obat-obatan atau zat kimia, dan infeksi lainnya.

Ngabila menyatakan, kondisi ini sangat jarang < 15.000 orang per tahunnya di Indonesia atau 5 kasus per 100.000 penduduk sehingga sulit dikenali gejalanya.

Untuk itu, Ngabila mengimbau cegah sakit dengan pola hidup bersih sehat dan CERDIK setiap hari, sehingga terhindar dari penyakit menular, tidak menular, termasuk kanker.

“CERDIK adalah mengecek kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin berolah raga, diet seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres,” jelas Ngabila kepada ebcmedia.id.

Penting juga, lanjutnya, menghindari penggunaan antibiotik, zat kimia, obat-obatan tanpa resep dokter.

“Cegah meninggal dengan deteksi dan pengobatan dini. Skrining berkala per 6 bulan perlu dilakukan,” imbuhnya.

Ngabila mengatakan, yang perlu diperhatikan pada gejala kurang darah merah 6L akan mengalami lemah, letih, lesu, lemot, letoy, dan loyo. Sedangkan  untuk gejala kurang darah putih akan berdampak pada  mudah sakit dan terkena infeksi menular seperti batuk pilek dan diare.

Gejala kurang keping darah akan mudah memar, kebiruan pada kulit bahkan tanpa benturan atau sebab yang jelas (lebam,memar, perdarahan spontan) dan sering mimisan.

Pada kondisi di atas segera periksakan darah lengkap secara gratis dengan BPJS di Puskesmas terdekat atau mandiri (biaya pemeriksaan sangat terjangkau untuk ini).

Ngabila menambahkan, program deteksi dini dari pemerintah diberikan melalui program catin atau calon pengantin dengan pemeriksaan darah kedua calon, juga pemeriksaan ibu hamil.

Pada anak dengan riwayat keturunan kanker (apalagi kanker darah), autoimun lakukan skrining darah berkala 6-12 bulan sekali hematologi lengkap, bahkan sesuai anjuran dokter bisa jadi diperiksakan bone marrow puncture dan Red Blood Cell Distribution Width (RDW) untuk mengukur kisaran ukuran sel darah merah. (Oby)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.