Indonesia Kutuk Israel Serang RS Indonesia di Gaza, 3 Relawan Indonesia Masih Hilang Kontak

oleh -2588 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Indonesia mengutuk aksi Israel yang menyerang rumah sakit Indonesia yang berada di Gaza. Serangan itu pun mengakibatkan korban jiwa terhadap warga sipil.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan dalam keterangan tertulisnya serangan yang dilancarkan ke rumah sakit Indonesia itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humanitas internasional.

“Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil. Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” kata Retno Marsudi (21/11/2023).

Hingga saat ini, Retno Marsudi mengungkapkan Kemenlu masih hilang kontak dengan tiga relawan asal Indonesia yang berada di RS Indonesia di Gaza.

Retno Marsudi telah menghubungi UNRWA (Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat) mengenai kondisi RS Indonesia di Gaza. Namun, menurut Retno UNRWA masih belum bisa melakukan kontak dengan siapapun yang ada di RS Indonesia di Gaza.

“Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri masih hilang kontak dengan 3 orang WNI yang menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia. Saya sendiri telah menghubungi UNRWA di Gaza, untuk menanyakan situasi RS Indonesia dan memperoleh jawaban bahwa UNRWA juga tidak dapat melakukan kontak dengan siapa pun di RS Indonesia saat ini,” ujar Retno.

Kemenlu juga sudah berusaha menghubungi WHO dan Palang Merah Internasional untuk meminta bantuan guna memperoleh informasi terkait RS Indonesia. Namun masih belum ada jawaban dari kedua lembaga itu.

Retno Marsudi meminta kepada seluruh negara menggunakan segala kekuatan dan pengaruhnya untuk mendesak Israel melakukan gencatan senjata ke Gaza.

“Semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya, untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya” tegasnya.

Diketahui, perang Israel-Hamas yang sudah berjalan dari 7 Oktober ini sudah menewaskan sebanyak 13.300 warga Palestina. Tercatat sebanyak 5.600 anak-anak dan 3.550 perempuan tewas akibat serangan tersebut. Ditambahkan, korban tewas juga mencakup 201 staf medis, 22 anggota tim penyelamat pertahanan sipil, dan 60 jurnalis.

Sementara itu, jumlah korban Israel mencapai 1.200 orang yang tewas menurut angka resmi. (Dian)

No More Posts Available.

No more pages to load.