NFA Wujudkan Zero Stunting melalui Peningkatan Pola Konsumsi Pangan B2SA

oleh -1250 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat lakukan tinjauan dalam rangka monitoring dan evaluasi program pengembangan Desa B2SA di Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, pada Jumat (01/12/2023). Dalam giat ini hadir Ibu Walikota sekaligus ketua TP PKK Kota Jakarta Barat beserta jajaran dan dinas terkait.

Dalam upaya mewujudkan generasi bebas stunting, diperlukan kerja sama dan sinergitas dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah serta stakeholders lainnya. Dalam tinjauannya, koordinator Pokja Promosi B2SA NFA, Rebecca Sitorus, menegaskan bahwa dalam pengentasan masalah Stunting dan Kekurangan Gizi, diperlukan kerja sama dan komitmen yang kuat antara semua elemen masyarakat Kaliangke.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang, dan aman melalui pembiasaan dalam konsumsi makanan B2SA. Untuk mencapai ke sana diperlukan sinergitas antara pemerintah, masyarakat maupun pihak terkait lainnya agar pengentasan stunting pada akhirnya dapat terwujud,” ungkap Rebecca.

Dalam kesempatan yang sama, ketua TP PKK Kota Jakarta Barat, Lisniawati Uus juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Barat siap mendukung penuh program pengembangan desa B2SA dari NFA. Pengembangan program desa B2SA, melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan memiliki 3 komponen utama meliputi teras pangan, gerai pangan, dan rumah pangan.

“Tadi saya keliling melihat beberapa tempat dimana rangkaian dari pengembangan desa B2SA,  seperti ada gerai pangan, teras pangan dan rumah pangan.  Untuk gerai pangan, kita bisa memberikan harga relatif murah pada masyarakat untuk membeli bahan makanan pokok yang sudah kita siapkan. Harganya jauh di bawah pasaran,” ujar Lisnawati.

Sedangkan teras pangan, lanjut Lisniawati, dirinya melihat pemanfaatan lahan yang terbatas untuk ditanami sayuran, seperti terong, pokcoy, jeruk dan jahe.

“Tadi juga kita bersama-sama menanam cabai dan melepaskan benih ikan lele. Mudah-mudahan ini tidak stop sampai di sini. RT RW harus mengetahui konsep pengembangan B2SA,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lisniawati menambahkan bahwa RW 08 Kelurahan Kedaung Kaliangke, terpilih menjadi lokasi fokus (lokus) pengembangan desa B2SA, karena termasuk wilayah dengan angka kasus stunting cukup tinggi.

Sub Koordinator bidang ketahanan pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Solihin mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan pelaksanaan pengembangan desa B2SA di wilayah Jakarta Barat, tepatnya di RW 08 Kelurahan Kedaung Kaliangke. Pendampingan yang dimaksud, adalah melakukan pemilihan lokasi dan sosialisasi pengembangan B2SA dengan sasaran anak-anak yang mengalami stunting.

“Kedaung Kaliangke merupakan salah satu wilayah dengan angka kasus stunting cukup tinggi. Kami mendapatkan data tentang stunting bekerja sama dengan puskesmas,” terang Solihin. (Gio)

No More Posts Available.

No more pages to load.