Kelola Sampah, PLN Gandeng Pemprov DKI Kembangkan Bahan Bakar Jumputan Padat

oleh -763 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng Pemerintah Provinsi Jakarta dalam mengembangkan bahan bakar jumputan padat atau BBJP. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Melalui kerja sama ini, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU di Tanah Air mendapat tambahan pasokan biomassa melalui teknologi co firing.

“Kerja sama dengan Pemprov DKI dalam rangka membangun stategi kedepan pembangunan energi baru terbarukan berbasis bahan bakar jumputan padat. Kerja sama ini untuk ketahanan lingkungan di DKI. Dan bagaimana kita bsa mendukung adanya akselerator dan transisi energi berbahan fosil ke berbahan baru terbarukan.  Untuk itu, kerja sama ini menyelesaikan berbagai aspek lingkungan dan menciptakan lapangan kerja dan bagaimana bsa menurunkan gas rumah kaca,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Rabu (8/6/2023).

Darmawan menyebutkan, pemanfaatan sampah menjadi bahan baku co firing  merupakan langkah meningkatkan bauran energi baru terbarukan dan mengurangi emosi karbon, di mana sampah hasil olahan akan digunakan untuk memasok kebutuhan biomassa di PLTU Lontar, Suralaya, Labuan, Pelabuhan  Ratu, dan Indramayu.

Untuk  tahap awal, sambungnya, kerja sama ini akan memproses 3000 ton sampah yang menghasilkan 1000 ton bahan bakar jumputan padat.

“Dari PLN, kami alokasikan 1000 ton BBJP berbahan dari DKI Jakarta dan bisa memproses mengolah 3000 ton dari sampah, di mana proses dari 3 ton diolah menjadi 1 ton,” paparnya.

Sementara, PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono, menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah menyelesaikan persoalan sampah di Kota Jakarta.

“Intinya DKI menyelesaikan sampah dengan efesien dan sampah dikeluarkan dengan biaya yang tidak dikeluarkan, karena bagaimana dari tinggal pembuangan diproses secara RDF, hasilnya mendapatkan nilai dikelola,” terang Heru.

Hingga 2023, PKB mencatat penerapan teknologi co firing sudah diterapkan pada 42 PLTU. Dan nantinya, hingga 2030, teknologi co firing atau bahan bakar PLTU menggunakan biomassa diterapkan pada 52 PLTU. (Oby)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.