Biaya Haji Tinggi, Wakil Ketua MPR Minta Menag Lebih Cermat dalam Mengusulkan Biaya Haji ke DPR

oleh -1234 Dilihat
oleh
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.
banner 468x60

Jakarta, ebcmedia – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk lebih cermat saat mengusulkan biaya haji ke DPR  RI.

Menurutnya, nominal yang nantinya akan disepakati tak boleh memberatkan para calon jamaah haji, lantaran kegiatan haji menjadi salah satu kewajiban agama yang harus dijalankan umat muslim jika mampu.

Oleh sebab itu, Gus Jazil sapaan akrabnya meminta agar biaya haji tak ditambah- tambah hingga memberatkan jamaah.

“Ya Menteri Agama atau Kementerian Agama lebih cermatlah untuk menghitung lebih murah. Jamaah haji Indonesia ini kan besar, sumbangan ke negara besar, ya kan. Oleh sebab itu jangan ditambah-tambah, jangan memberatkan jamaah,” terang Jazilul, Senin (27/11)

Meski haji merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim jika mampu, Kemenag tetap harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi beban calon jamaah haji yang jumlahnya serta sumbangan ke negara cukup besar.

“Haji itu kan kewajiban di dalam agama, seandainya ditarifkan Rp500 juta pun karena kewajiban yang mampu pasti dibayar. Tapi kan kewajiban negara juga memberikan layanan. Jangan karena kewajiban agama, terus membuat itungannya semau-maunya jangan, apalagi mahal, jangan,” tukasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama pada 13 November lalu mengusulkan besar rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji atau Bipih pada tahun 2024 sebesar Rp105 juta per calon jamaah.

Usulan yang ditawarkan itu pun mendapat tanggapan dari panitia kerja komisi VIII DPR RI  yang meminta usulan Bipih diturunkan menjadi Rp93,4 juta rupiah per calon jamaah.

Selanjutnya, kesepakatan tersebut akan dibawa ke rapat kerja DPR dengan Menteri Agama yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari kedepan untuk disepakati dengan Bipih serta akan disampaikan ke Presiden untuk ditetapkan dalam bentuk Perpres. (Oby)

No More Posts Available.

No more pages to load.